KEMBANG PADANG GERSANG
Jikalah sedemikian
ternyata beratnya perasaan
sedemikian
gundahnya kegalauan
Tak kuat ditahankan rasa
tak sanggup dipikul raga
tak jua kuasa ditanggung jiwa
Setelah ladang kusuburkan
kau sungkurkan aku ke padang gersang
Jikalau ada
bagiku perkenan
boleh kiranya kutamatkan perjalanan
2 Nov 2009
WELLCOME TO MY GALLERY
Puisi-puisi ini adalah persembahan dari segala yang terdapat pada diri saya. Mungkin bukan untuk dimengerti, tapi saya lebih berharap untuk dapat dinikmati. Oleh siapapun.
Selasa, 03 November 2009
Rabu, 15 Juli 2009
ASA
Adalah asa
yang kini sukar adanya
entah bersembunyi dimana
Hidup seperti tanpa makna
semakin hari semakin tiada
Asa,
Kalau esa yang hilang dua dapatlah terbilang
Jika asa hilang
nyawa seakan melayang
Desember 2007
yang kini sukar adanya
entah bersembunyi dimana
Hidup seperti tanpa makna
semakin hari semakin tiada
Asa,
Kalau esa yang hilang dua dapatlah terbilang
Jika asa hilang
nyawa seakan melayang
Desember 2007
Rabu, 13 Mei 2009
JUST FOR MY SOULMATE
PUISI BELAHAN JIWA
Pernah di suatu ketika
Cinta adalah cita
Dinyana sebagai kisah..
Pernah suatu ketika
Cinta dijadikan asa
Ingin dirasa tapi tak ada
Tapi kenapa tiba-tiba
Urat cinta telah berakar dalam dada
Entah kapan ia tiba
Sedang kekasih telah menjelma belahan jiwa
Ini ketika..
Pernah di suatu ketika
Cinta adalah cita
Dinyana sebagai kisah..
Pernah suatu ketika
Cinta dijadikan asa
Ingin dirasa tapi tak ada
Tapi kenapa tiba-tiba
Urat cinta telah berakar dalam dada
Entah kapan ia tiba
Sedang kekasih telah menjelma belahan jiwa
Ini ketika..
None Belande dari Ciwastra
Jundullah pantang Menyerah
Jika Aku bisa
Kalau ku bisa berpuisi
Ku gubah lelah raga menjadi kata
Kalau ku bisa berpuisi
Kuhitung letih jiwa dalam aksara
Kalau ku masih bisa berpuisi
Walau apa pun mendera
pantang ada keluh kesah
Kalau ku bisa berpuisi
Ku gubah lelah raga menjadi kata
Kalau ku bisa berpuisi
Kuhitung letih jiwa dalam aksara
Kalau ku masih bisa berpuisi
Walau apa pun mendera
pantang ada keluh kesah
Senin, 16 Maret 2009
ALANGKAH
Alangkah naifnya para penguasa
memegang tahta bak mainan di tangannya
Alangkah dzolimnya para penguasa
pelayan yang merasa diri sang raja
alangkah dhoifnya para raja
meminta rakyat kepadanya berdatang sembah
Alangkah dungunya
Alangkah labilnya
Esokkah itu, kehancurannya??
Pelatihan SBH,
22 Mei 2007
Alangkah naifnya para penguasa
memegang tahta bak mainan di tangannya
Alangkah dzolimnya para penguasa
pelayan yang merasa diri sang raja
alangkah dhoifnya para raja
meminta rakyat kepadanya berdatang sembah
Alangkah dungunya
Alangkah labilnya
Esokkah itu, kehancurannya??
Pelatihan SBH,
22 Mei 2007
Langgan:
Entri (Atom)
